Pemilu Momen Kebangkitan atau Keruntuhan Bangsa Indonesia

Image

Hiruk-pikuk pemilihan umum dalam sistem demokrasi yang dijalankan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia kian menemui klimaksnya. Pemilu 9 April 2014 akan menentukan nasib bangsa Indonesia selama lima tahun ke depan karena orangorang yang akan terpilih memimpin bangsa ini akan menentukan jalur nasib bangsa ini, apakah menuju kemajuan dan kebangkitan atau malah kemunduran dan kehancuran.

Mengutip firman Allah Swt dalam Alquran surat Al-Isra ayat 16 yang artinya :”Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Jelas sekali bahwa Allah akan membinasakan suatu kaum karena kedurhakaannya, namun proses pembinasaan itu tidaklah semena-mena. Ada faktor utama yang menyebabkan turunnya kejatuhan suatu negeri yang mayoritasnya beriman kepada Allah, yaitu faktor pemimpinnya. Tidak dapat disangkal bahwa orang-orang yang hidup mewah di suatu negeri adalah pejabat atau penguasa negeri itu bukan?

Saudara sebangsa-ku, meskipun sistem pemerintahan yang dianut negara kita tidak seperti yang kita idam-idamkan, namun alangkah menyedihkannya nasib kita dan keluarga kita apabila ikut merasakan azab yang diturunkan kepada negeri ini, padahal kita dan keluarga kita beriman dan beramal soleh.

Mari lebih bijak memilih orang-orang yang berkompeten, amanah dan beriman kepada Allah.

Baiklah… Kita mungkin sepakat bahwa masalah iman ini hanya Allah yang mengetahui hakikatnya, namun alangkah tidak bijaknya kita memilih orang lain yang tidak seiman dengan iman kita. Saya yakin dan percaya masih ada cukup banyak orang berkompeten dan amanah yang seiman dengan kita, sehingga opsi memilih orang berkompeten yang tidak seiman tidak “urgent” untuk disebarluaskan.

Satu hal yang perlu kita sama-sama sadari bahwa perubahan suatu kaum itu memerlukan usaha yang lebih intens dan kompak daripada perubahan personal. Dan karena itulah Allah Swt berfirman di dalam surat Ar-Ra’du ayat 11 yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Kita telah diultimatum Allah agar bertanggungjawab terhadap perubahan masyarakat kita, sehingga seandainya kelak keburukan terjadi dan azab Allah turun, sungguh Allah telah berbuat adil terhadap makhluknya.

Mari sukseskan PEMILU 9 April 2014 dengan memilih wakil yang amanah, kompeten dan beriman kepada Allah.

Dan kepada para caleg serta partai, ingatlah amanah kalian bukan hanya pada pemilih kalian. Sungguh berat pertanggungjawaban kalian kelak dihadapan Allah apabila yang kalian untungkan kelak hanya dari partai kalian saja.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s