Nyamuk dan Kelambu

Image

Alhamdulillah sekali, semenjak pakai kelambu badan saya tidak lagi digigit nyamuk. 
Terima kasih kelambu…
(Ingat sebuah iklan sepertinya…)

Tetapi hal ini tidak berlebihan adanya. Setelah memakai kelambu tidak ada nyamuk yang bisa masuk menggigit tubuh kami.

Namun ternyata nyamuk-nyamuk itu tidak patah semangat, mereka tetap setia terbang dan bahkan bertengger di jaring bagian luar kelambu. Sepertinya mereka tahu sekali bahwa pasti ada suatu waktu dimana kelengahan orang di dalam kelambu yang tidur terlalu ke pinggir, menyentuh kain kelambu itu, dan jadi sasaran empuk untuk dihisap darahnya. 

Nyamuk itu seolah tahu bahwa terkadang tidak perlu masuk ke dalam kelambu, mereka hanya perlu menunggu kelalaian orang yang berada di dalam kelambu saja.

Ya memang terbukti, saya lah salah satu korbannya. Akibat kaki saya nyosor menyentuh kain kelambu, jempol saya bentol besar sekali, entah berapa nyamuk yang antri atau mungkin keroyokan ngisapin darah saya.

Nah ini juga tidak jauh beda dengan kondisi kita sebagai muslim yang merasa aman dalam lindungan Allah dari godaan setan, lalu lupa, lalai bahwa ada setan yang mengintai celah dari diri kita. Lantas kita pun suka ceroboh bermain sekitar hal-hal yang syubhat, dan tiba-tiba tak sadar sudah terlalu jauh melampaui batas syubhat, berenang-renang di kubangan keharaman yang penuh dosa.

Rasulullah sudah mengingatkan di dalam sebuah hadis sahih, bahwa siapa yang suka wara-wiri di sekitar area larangan ditakutkan akan melanggar batas larangan itu. 

Anggaplah kelambu adalah batasan itu dan nyamuk adalah setan yang setia menunggu kesempatan terbuka.

Hukum Syariat adalah batasan dimana seseorang dianjurkan menjauhi batasan tersebut. Maka batas-batas yang sudah digariskan hendaknya dipatuhi dan bila sudah memasuki area syubhat, jauhi..!

Mungkin kita lupa akan setan, tapi setan tak akan melupakan kita. Satu kesempatan pun akan selalu dimanfaatkannya untuk menggoda dan menjebloskan seseorang ke dalam dosa.

Begitu banyak pelajaran dari nyamuk saja. Maka pantas lah Allah menyebutnya di dalam Alquran.

Mari tetap memohon ampun kepadaNya seraya meminta agar selalu dilindungi dari godaan setan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s