Hidup untuk pahala

Image

Mungkin beragam jawaban masih bisa kita sebutkan, karena dapat dimaklumi, kita beda kepala, beda backgroud dan beda lingkungan, jadi pasti bisa saja berbeda tujuan hidup kita untuk apa.

Namun izinkan saya membawa kata sepakat bagi kita umat muslim, bahwa hidup kita adalah untuk Allah. Setiap shalat kita sering mengulang “Inna shalati.. wa nusuki… wa mahyaya… wa mamati… lillhi rabbil alamin.” dimana intinya hidup kita dan seluruh kegiatan kita hanya untuk Allah meraih ridhoNya.

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56).

Sehingga selayaknya lah kita hidup memang harus bernilai ibadah. Apapun kegiatannya, mulai dari bangun tidur hingga tidur. (Wah apa mungkin bisa demikian? Lah kalau ibadah melulu ya kapan “gawe” alias kerja nya?) Disinilah yang membedakan Islam dengan ajaran dan agama lain. Islam tidak mengenal istilah sekuler yang memisahkan kehidupan dunia dengan ibadah kepada Tuhan. Islam mengajarkan pemeluknya berjalan pada dua sisi hidup sekaligus. (Hebat bukan Islam ini..??? )

Setiap kegiatan yang dilakukan dengan niat menggapai ridho Allah dan dilakukan sesuai koridor syariat Islam, maka semuanya bernilai ibadah.

Bangun tidur, membaca doa, berwudhu lalu shalat dua rakaat sebelum fajar. Setelah shalat fajar, masuk kamar mandi membaca doa, buang hajat tidak menghadap kiblat, selesai mandi menuju ruang makan lantas bersyukur ada rezeki makanan hari ini lalu membaca doa makan. 

Berangkat kerja atau belajar, keduanya merupakan kegiatan bernilai ibadah.

Segala aktifitas pasti bernilai ibadah bila niatnya mencari ridho Allah, hingga sampai tidur lagi dengan membaca doa tidur seraya membaringkan tubuh sebelah kanan dan menghadap kiblat.

Jadi intinya, apabila melakukan sesuatu, sebagai muslim, wajib kita pertimbangkan bahwa apa yang kita lakukan akan bernilai ibadah.

Saya tidak mengerti jika ada muslim yang berpandangan bahwa hidup ini tidak melulu tentang pahala. Lah masa iya mau melakukan sesuatu tetapi tidak mau pahala?

Pahala yang kita kejar sebenarnya bukan nilainya saja, tetapi karena hanya pahala lah tanda suatu perbuatan itu diridhoi Allah, disukai Allah disenangi Allah.

Lantas untuk apa ada pahala?

Pahala adalah reward dan ganjaran atas apa yang kita lakukan, tidak dapat dinafikan, sebagian kita masih memiliki mental “senang dan semangat melakukan sesuatu bila ada hadiahnya bukan?” Misalnya ikut lomba menulis, ikut lomba menyanyi dan sebagainya. Itu manusiawi sekali… Dan untuk itulah ada yang namanya pahala.

Bagi sebagian lagi, reward itu tidak penting..! Karena toh banyak juga yang ikut lomba menulis, menyanyi, menggambar, berpuisi karena memang senang melakukan hal tersebut. Kalau dari sisi pahala tadi, orang demikian tidak lagi memikirkan pahala, tetapi karena memang senang mengerjakan apa yang disenangi Allah. Istilah kerennya “ngalap ridho Allah” alias mencari ridho Allah saja.

Akhirnya saya mengajak kita semua untuk kembali memperbaiki mindset kita, bahwa hidup kita untuk ibadah. Dan sesuatu yang bernilai ibadah memiliki pahala. Pahala bukan tujuan kita tapi indikasi mendapat ridho dari Allah. Maka lakukanlah apapun yang hendak kita lakukan lalu pastikan itu mendapat pahala.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s