Generasi Instan

Image

 

Entah sejak kapan kegemaran “instan” ini marak di muka bumi, bisa jadi pengaruh ini dimulai sejak ditemukannya teknologi mesin. Karena dengan masuknya mesin menggantikan manusia seolah pekerjaan yang dilakukan berjam-jam dapat dilakukan lebih cepat dan lebih banyak. Sehingga mau tidak mau selalu muncul keinginan agar segala sesuatu nya terjadi lebih cepat.

Lah memang apa salahnya ustadz? Instan itu kan artinya lebih cepat.

Ya secara umum memang kita semua ingin cepat, ingin segera selesai dari satu hal untuk beralih ke hal yang lain. Ini sangat wajar sekali.
Namun izinkan saya untuk sedikit menyinggung dampak “instan” itu sendiri.

Baik kita mulai dari “mie instan” (ini karena saya suka mie instan) sudah banyak studi yang dilakukan untuk meneliti pengaruh mie instan terhadap tubuh, dan seperti yang kita sudah ketahui, mie instan sangat tidak baik untuk tubuh apabila dikonsumsi secara rutin. Dokter yang sudah banyak sekali saya temui juga selalu mengingatkan agar jangan kebanyakan makan mie instan. -_-

Setelah mie instan, sebenarnya makanan-makanan yang lain yang serba instan juga amat tidak baik bagi kesehatan, kita sepakat sampai di sini ya.

Instan berikutnya : Instan Pintar. Nah yang satu ini banyak terjadi di dunia pendidikan kita. Para orangtua sudah kalap saja bila melihat institusi yang menawarkan les dan bimbingan yang cepat-tepat mengajarkan anak pintar dalam sekejap. Padahal pintar itu perlu proses dan pintar juga bukan hanya dinilai dari satu sisi bukan?

Oke sampai disini kita juga masih sepakat, bahwa pintar instan juga tidak baik.

Instan berikutnya : Instan dewasa, ini juga terasa janggal bagi saya. Masih kecil sudah diajarin emak bapaknya memakai pakaian aneh-aneh modelnya, lalu dijejali berbagai tuntutan “dewasa” dan tidak manja sehingga ia kehilangan kebahagiaan masa kecilnya. Ujung-ujungnya orangtua nya juga yang pening lihat anaknya masih SD sudah pacaran, malah sudah timpa-timpaan dengan lawan jenis.

Instan berikutnya : Instan sembuh, yang ini juga amat santer di masyarakat. Semua ingin cepat sembuh sehingga hal-hal yang tidak rasional, seperti celupan air batu ajaib ponari, mata air yang tiba-tiba muncul di tengah sawah, hingga pengobatan semi dukun ala ustadz ABC itu. Bahkan kabar terbaru dari Mekah, ada orang Indonesia yang menggunting kain kiswah ka’bah, katanya untuk berkah, ntah lah kalau mau dijadikan obat juga.
Padahal di dalam Islam kita sudah diingatkan Allah bagaimana penderitaan Nabi Ayyub menghadapi penyakit yang sangat lama sembuhnya. Itu Nabi looh… Sembuhnya saja bertahun-tahun… Lah masa umat bayak maksiat seperti kita mau nya cepat-cepat sembuh dengan cara gaib nan ajaib.

Disini mungkin ada yang tidak sepenuhnya sepakat, tapi karena sedikit, kita anggap sepakat saja ya…. ^_^

Instan berikutnya : Instan kaya, ini serupa dengan yang diatas. Mau cari jalan pintas untuk kaya, maka datang ke Ki Joko Goblok dan yang seprofesi atau ke ustadz yang punya spesialisasi mirip Ki Joko Goblok itu juga.

Tidak mau sabar berusaha dari awal untuk menjadi kaya. Semua pada pengen seperti Tsa’labah yang secepat kilat jadi kaya karena kambing berkah Nabi. Padahal kalau mental tidak siap kaya, malah foya-foya gak jelas, harta dihambur-hamburkan sesukanya.

Opo karepe..? Aku sich Rapopo…

Instan berikutnya : Instan Jadi Ulama, laah.. kalau yang ini penyakit yang banyak di sekitar kita juga. Baru hapal 2-3 surat, hapal 4-5 hadis, bisa cerita-cerita ngalor ngidul di hadapan masyarakat sudah jadi ustadz dan ulama. Alhasil, kebanyakan mereka nyeleneh aja kerjanya. Ada yang jadi ustadz cabul, jadi ustadz dukun, ustadz kungfu, ustadz tarif, ustadz lawak-lawak dan ustadz-ustadz aneh lainnya.

Kalau pendapat saya pribadi sich, memang umat nya yang sudah gak waras. Orang begituan dijadikan panutan untuk memberi wejangan, dengan alasan sederhana, sudah terkenal, lucu dan bisa dikit-dikit nyembuhin orang.

Alah maak… Nie umat maunya apa? Mau tausiyah atau lawakan? Nonton OVJ aja lah kalau mau lawakan.. Jangan cari lawakan dalam tausiyah…

Terakhir, mohon maaf, instan cantik. Ini kombinasi antara make up yang tebal, ditambah suntikan silikon, dipadu dengan daya magis susuk emas lalu disempurnakan oleh Camera 360 atau bahkan kalau niat banget pakai photoshop.

Instan-instan yang lain silakan anda tambahkan sendiri ya…

Yang pasti instan itu gak baik…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s