Pengajian Tafsir Al-Jalalain #001

Al-Fatihah

 Surat Al-Fatihah yang disebut juga Ummul Kitab, Ummul Quran atau Sab’ul Matsani, merupakan golongan surat makkiyah, ini adalah pendapat Ibnu Abbas dan Qotadah dan Abul Aliyah. Sedangkan Abu Hurairah, Mujahid dan ‘Atho bin Yasar mengatakan bahwa surat ini adalah madaniyah. Ada pula pendapat yang mengatakan surat ini turun dua kali, yaitu di Mekah dan Madinah (Ibnu Katsir). Para ulama sepakat bahwa surat ini berisi tujuh ayat.

“Suatu hari aku shalat, tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku, dan aku pun tidak menjawabnya. (Selesai shalat) aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, tadi aku sedang shalat.’ Beliau menjawab, ‘Bukankah Allah telah berfirman, ‘Penuhilah panggilan Allah dan Rasul jika memanggil kalian’ (QS. Al-Anfal: 24)? Lalu beliau bersabda, ‘Maukah kuajarkan padamu surat yang paling mulia dalam al-Quran sebelum engkau keluar dari masjid?’ Kemudian beliau menggandeng tanganku, tatkala kami hampir keluar dari masjid, akupun berkata, ‘Wahai Rasulullah, bukankah engkau telah berkata akan mengajariku surat yang paling mulia dalam al-Quran?’ Beliau bersabda, ‘Alhamdulillahirabbil ‘alamin adalah as-sab’u al-matsâni dan al-Quran yang agung yang dikaruniakan padaku.’” (H.R. Bukhari).

Namun para ulama berbeda pendapat pada ayat pertama dari surat ini, dimana sebagian ulama termasuk Imam Hanafi dan Malik berpendapat bahwa “Bismillahirrahmanirrahim” bukan termasuk bagian dari surat ini.

Dalilnya adalah Hadis yang diriwayatkan dari Ab Hurairah r.a :“Allah Ta’ala berfirman, ‘ Aku membagi amalan shalat antara Aku dengan hambaKu dua bagian. Ketika hambaku berkata,’Alhamdulillahi robbil’aalamiin’. Allah Ta’ala berkata, ‘ Hambaku telah memujiKu.’” (HR. Muslim)

Oleh karena itu yang menjadi ayat pertama adalah “Alhamdulillah….” Dan ayat yang ke tujuh adalah “ghairil maghdubi alaihim…”

Namun begitu, Imam Hanafi mewajibkan membaca “Bismillah…” ketika seseorang shalat sendirian, sedangkan Imam Malik tidak demikian.

Imam As-Syafii dan Imam Ahmad berpendapat bahwa “Bismillah.. “ adalah bagian dari Al-Fatihah, hanya saja Imam Ahmad men-sirr kan bacaannya.

Dalilnya  adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam tarikhnya bahwa Rasulullah Saw menghitung Al-fatihah sebanyak 7 ayat dan “Bismillah….” Termasuk bagian darinya. Juga yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “ Apabila kalian membaca “Alhamdulillah” maka bacalah “bismillahirrahmanirrahim”, karena sesungguhnya ia adalah Ummul Quran, dan Sab’u al-matsani, dan “bismillahirrahmanirrahim” merupakan salah satu ayatnya”. (HR. Daruqutni) dan banyak lagi riwayat tentang “bismmillah” ini dari riwayat Bukhari, Muslim dan Ibnu Khuzaimah.

Mudah-mudahan dengan memahami bahwa memang terdapat banyak dalil yang diriwayatkan secara sahih, toleransi kita dalam melihat sebagian imam yang membaca “bismillahirrahmanirrahim” secara zahir atau pun sir semakin baik. Tidak saling menyalahkan apalagi mengkafirkan. Dan oleh karena itulah sangat diperlukan metode (manhaj dari mazhab) agar mampu mengorganisir setiap dalil yang muncul ketika terlihat saling kontradiktif (ta’arudh), sehingga memang benar kita perlu sekali menolak sikap “anti-mazhab” karena kita bukan ahlinya dalam mengambil kesimpulan hukum dari dalil-dalil yang ada.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s