Tidak perlu menyeimbangkan dunia dan akhirat dalam Islam

Image

Terus terang hingga saat ini saya masih tidak mampu memahami apabila seseorang mengatakan “kita harus seimbang antara dunia dan akhirat, karena kalau terlalu condong ke akhirat malah bisa merusak”, tuing… tuing…

Karena bahkan untuk menjawabnya, satu pertanyaan saja sudah mampu merobohkan pernyataan tersebut hingga ke ujung akarnya.

Misalnya saya tanyakan kepada orang tersebut,”sampeyan itu sebenarnya hidup untuk siapa?” Nah kalau dijawab untuk Allah maka dimanakah lagi “dunia” yang perlu diseimbangkan dengan akhirat itu? Dimanakah lagi letak “rusak” nya apabila terlalu akhirat?

Jika kita mau melihat dengan pandangan yang jernih dan akal yang sehat, tidak ada yang namanya seimbang antara dunia dan akhirat dalam Islam. Karena di dalam Islam dunia itu bagian dari akhirat juga.

Mencari harta (dunia) apabila diniatkan mencukupi kebutuhan diri dan keluarga, itu pun sudah ibadah (akhirat). Mengumpulkan harta (dunia) kalau dengan harta itu ia berzakat, berinfak dan bersedekah, semuanya jadi ibadah.

Traveling keliling dunia, itu juga ibadah karena memang Allah sendiri yang perintahkan kita untuk traveling, “Katakanlah : Berjalanlah di muka bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Surah al-‘Ankabut (29) ayat 20.

Jangan-jangan orang yang mengatakan demikian itu tidak benar-benar memahami Islam. Mungkin disangkanya akhirat itu ya shalat, puasa, i’tikaf di mesjid berhari-hari, haji berkali-kali. Padahal Islam itu sempurna di semua lini kehidupan manusia.

Berakhlak mulia itu juga akhirat, jual-beli dengan jujur itu juga akhirat, senyum kepada saudara sesama muslim juga akhirat, menyingkirkan duri atau paku dari jalan yang sedang kita lalui juga akhirat, entah dimana lagi saya bisa menemukan “dunia” yang tidak “akhirat” dalam Islam.

Oleh karena itu, luangkan waktu lebih banyak mempelajari Islam agar setiap tindakan dunia anda bernilai akhirat. Datangi ulama dan hadir di majelis zikir dan pengajian sehingga pemahaman tentang agama paling sempurna yang sedang anda anut semakin mendekatkan diri anda kepada Sang Pencipta.

Semoga mencerahkan
Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s