Bukan Kaya atau Miskin nya Namun Kesyukuran kepada Tuhan

Hidup di dunia tidak akan pernah sama. Bisa jadi kita hidup kaya atau bisa miskin. Namun bukan itu inti kehidupan ini.

Saya yakin orang-orang miskin tidak akan pernah merasakan bagaimana nyaman nya tinggal di presidential suite hotel Four Season (kecuali “man rahimallah” alias dapat keajaiban). Tidak akan pernah bisa keliling dunia dengan jumbo jet milik Airbus terbaru. Berkemah bahagia di Yellow Stone , menyaksikan air terjun Niagara. Berpelesir menyusuri alur sungai Kota Venice di atas perahu dayung. Menyaksikan keajaiban Piramid lalu bermalam di Villa istimewa pinggiran sungai Nil, atau menikmati indahnya Old City Damaskus lalu singgah di tepi sungai Efurat.

Tidak mungkin… Itu adalah kelebihan orang-orang kaya.

Lantas ? Mengapa hidup begitu tidak adil bagi mereka yang tidak kaya ini?

Hhhmmm…. Kalau kita memang melihat hidup hanya dari satu sisi saja, kita pasti terjebak pola pikir yang demikian lalu menatap langit dan berkata Tuhan tidak adil.

Apakah benar orang kaya sedemikian bahagianya?
Saudaraku, kebahagiaan letaknya di hati bukan pada materi.

Berapa banyak sich orang kaya yang mengalami stres dan depresi berat bahkan mengalami insomnia akut. Tubuh sudah lelah, jiwa sudah capek tapi mata tidak dapat terpejam. Insomnia amat menyakitkan…

Bandingkan dengan tukang becak pinggir jalan yang bisa lelap tidur diatas kendaraan kesayangannya bahkan dengan posisi tidur yang “centang-prenang” itu. Satu kaki di stang becak yang satu lagi entah dimana, dua tangan jadi bantal andalan dan topi menjadi penutup wajah agar tidak kelihatan betapa lelap ia tertidur.

Masih belum yakin bahwa kekayaan tidak menjamin kebahagiaan?
Coba di googling nama “Ceci Chao” Taipan properti Hongkong yang kebingungan kemana mau mewariskan hartanya. Bagaimana tidak? Putrinya malah tidak mau menikahi laki-laki, ia memutuskan menikah dengan sesama jenis. Ceci Chao bahkan menawarkan hadiah 640 miliar rupiah bagi lelaki manapun yang sanggup membujuk putrinya menikah (masih berlaku lho tawaran itu sampai sekarang, berminat…?).

Percayalah, uang memang penting tapi kesyukuran lebih penting lagi. Allah sudah menegaskan dalam Alquran Surat Ibrahim ayat 7 bahwa siapa yang bersyukur maka nikmatnya akan ditambahkan dan yang ingkar diberi warning azab.

Hidup dengan kekayaan memang menyenangkan tetapi akan selalu ada perasaan tidak aman. Memakai perhiasan (apalagi mencolok dengan memakai gelang emas berjejer, cincin permata di seluruh jari-jarinya, dan kalung emas yang bisa merantai sepeda) di jalanan pasti akan diselimuti rasa was-was, menerka-nerka adakah pencopet yang mengincarnya.

Tetapi bila anda hanya punya beberapa lembar 20-an ribu di kantong untuk belanja, pakaian biasa (karena itu saja yg ada) saya yakin anda amat leluasa berjalan di tengah riuhnya pasar tanpa khawatir ada yang mengincar anda.

Punya mobil mewah, kinclong dengan aksesoris lambang bintang tiga (mercedes) memang bikin bangga. Tapi saya sudah sering melihat mereka amat tidak nyaman dan agak ketakutan berkendara di jalan (ini medan bung..!) karena takut lecet disenggol mobil lain atau pengendara sepeda motor.
Berbeda dengan mobil angkot yang sudah reyot itu, mereka melenggang seolah jalanan hanya milik mereka, mobil lain yang berusaha menghindari mereka karena kalau bersenggolan pengendara mobil yang mulus sudah pegang kepala sedangkan yang reyot masih santai saja (karena memang reyot kian dan banyak bekas peyot nya, hehehe…).

Punya sepeda motor berharga ratusan juta pasti tidak lengkap bila tidak pakai helm ARAI yang berharga jutaan pula ini prestice bro… Iya memang demikian rasanya, tapi giliran parkir, betapa susahnya mencari tempat yang “aman” untuk motor dan helmnya.

Sedangkan vespa tua milik ustadz tetangga saya, diletak di pinggir jalan lengkap dengan kuncinya pun tidak ada yang berani menyentuhnya. Lha untuk ngidupinnya saja perlu beberapa belas kali engkolan.

Mari tidak mempermasalahkan Kaya atau Miskinnya, tapi permasalahkan kesyukurannya. Orang kaya yang bersyukur akan menunaikan hak-hak orang disekutarnya dengan zakat dan sedekah. Orang-orang miskin yang bersyukur akan mendapatkan pahala kesabaran dan dekat dengan Rasulullah.

Semua ada “khair” dan kebaikannya bila kita mau melihat dan memahaminya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s